Latest Entries »

anjuran untuk para PEKERJA INDONESIA dan pemerintah INDONESIA :
1. kalo mau kerja diluar negeri JANGAN JADI TKI tapi JADILAH T.A.I
km tau apa itu T.A.I……. “TENAGA AHLI INDONESIA”  mzog kita hanya sebagai pekerja buruh/pembantu/kuli disana…………kpn kita punya TENAGA AHLI yg dikirim ke luar negeri coba ? jgn MODAL OTOT DOANG ssekali2 kita kerja MODAL OTAK dumz……… sbg ahli komputer,arsitek,ilmuwan kek…….. semuanya bisa bikin bangga indonesia…..

2. BELAJARLAH ILMU BELA DIRI ( karate,tae kwon do , bahkan lebih bagus lagi SILAT) dgn bgitu… kita takkan di perlakukan sbg BUDAK org MALINGSIA …. bahkan kita bisa mengusung budaya SILAT kita ke sana…… oke gag ?

semoga bermanfaat buat anda & pemerintah yg lg bingung ngurusi GAYUS TAMBUNAN >>>  by : dzulkifli akhyar……

 

Tanggal 8 – 10 oktober 2010 kemarin siswa baru dari SMP dan SMK Wijaya Putra Surabaya mengadakan kegiatan LDKS dan Outbound yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Semen Gresik. Kegiatan ini berjalan cukup lancar dalam pelaksanaan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa ini. Diawali pembukaan yang dilaksanakan di halaman sekolah Wijaya Putra dengan berdoa bersama agar diberi kemudahan selama berada disana. Setelah itu kami semua berangkat menuju ke bumi perkemahan Semen Gresik.

Sesampai disana, mereka mempersiapkan diri membentuk satu kelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibentuk saat masih di halaman sekolah. Kemudian para panitia memasangkan pita berwarna pada setiap anggota kelompok yang berbeda. Setelah itu semua peserta dan panitia pelaksana kegiatan dibariskan untuk bersiap diri menuju tenda yang sudah dipersiapkan.

Selama tiga hari semua peserta dididik dengan berbagai macam kegiatan, merupakan jenis latihan di alam terbuka (outdoor) untuk pengembangan diri (self development) yang disimulasi melalui permainan-permainan educating (educative game) baik secara individual maupun kelompok dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, berpikir kreatif, rasa kebersamaan, tanggung jawab, komunikasi, rasa saling percaya, dll. salah satunya adalah pendidikan budi pekerti yang sangat begitu kental disekolah ini. Dalam pengertian budi pekerti yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Agus Budi Rahayu, SE,.MM. Yang tak lain adalah kepala Pendidikan Budi Pekerti di sekolah ini. Selain itu ada beberapa game seru yang melatih kebersamaan dan kesabaran. Beberapa game itu ada : Bola berpindah, Bola Bergulir, Flying Fox, Jembatan Bergoyang, Kereta Buta dan berbagai macam permainan lain yang sangat seru dan menegangkan.

Semoga dari kegiatan tersebut bisa membentuk siswa agar bisa menjadi seorang pemimpin dan berbudi pekerti luhur, dan bisa diterapkan baik disekolah, dirumah, di lingkungan masyarakat dan di dunia kerja nantinya.

photograph of world cyber

Teknis Fotografi & Fungsinya 

Fotografi bukan segalanya tentang kamera. Dikatakan bahwa fotografi adalah seni bermain dengan cahaya. Tanpa adanya cahaya, maka mustahil fotografi itu ada. Menghasilkan sebuah gambar yang bagus, harus memiliki visi yang kuat dalam hal ‘melihat’. Memperhatikan cahaya, komposisi dan momen adalah hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam membuat foto yang dapat dikategorikan ‘bagus’.

Namun, sepertinya mustahil dapat menghasilkan foto seperti itu jika tidak mengenal dan memahami dari masing-masing teknis fotografi dasar. Fotografi memang bukan segalanya tentang kamera, namun kamera adalah alat untuk menyalurkan visi kita itu. Maka, sekiranya perlu mengenal dan memahami bagaimana kamera bekerja.

Tugas utama dari kamera adalah mengatur intensitas cahaya yang masuk dan pada akhirnya mengenai film/sensor (selanjutnya saya sebut medium). Apabila, kamera mengizinkan terlalu banyak cahaya yang masuk maka medium akan terbakar (overexposed). Dan sebaliknya. Bagaimana agar cahaya yang masuk itu tidak berlebih dan tidak kurang, atau dengan kata lain ‘pas’. Berikut saya jabarkan satu-satu.

Aperture
Atau yang sering juga disebut dengan difragma atau bukaan lensa adalah berfungsi untuk mengatur seberapa besar lensa akan terbuka. Fungsi ini lebih tepatnya terletak pada lensa. Logikanya, semakin besar bukaannya, maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk. Seperti sebuah kran air. Semakin besar kita buka keran tersebut maka akan semakin banyak air yang akan keluar.

Penulisan Aperture yang benar adalah f/x. Sehingga apabila dikatakan nilai Aperture-nya adalah 5.6, maka penulisan yang benar adalah f/5.6. Jadi jangan bingung apabila ada yang bilang bahwa bukaan lensa 2.8 lebih besar dari bukaan lensa 5.6. Karena kalau secara penulisan matematisnya memang benar khan? (f/2.8>f/5.6) Tapi kebanyakan kita malas untuk bilang f/2.8 atau f/5.6, karena kita orangnya simpel sih…

Efek Samping dari Aperture
Seperti obat batuk yang memiliki efek samping, begitu juga dengan aperture. Efek sampingnya adalah semakin besar bukaan lensa, maka akan semakin kecil daerah fokusnya. Dan sebaliknya. Daerah fokus inilah yang biasa dikenal dengan DOF (Depth of Field).

Shutter Speed
Atau yang biasa disebut juga dengan speed atau kecepatan rana bertugas untuk mengatur berapa lama mirror terbuka lalu menutup kembali untuk membatasi berapa banyak cahaya yang akan masuk. Seperti teori keran, apabila kita membuka keran terlalu lama, maka wadah penampung air tadi akan kelebihan sehingga akan meleber keluar. Kalau dalam kasus fotografi, medium akan terbakar.

Penulisan shutter speed yang benar adalah 1/x. Sehingga apabila dikatakan bahwa sebuah foto menggunkanan speed 60, maka penulisannya yang benar adalah 1/60 detik. Jadi jangan bingung kalau dikatakan bahwa speed 60 lebih cepat dibandingkan 30. karena secara penulisan matematis memang begitu khan?

Efek Samping dari Shutter Speed
Seperti berpacaran yang memiliki efek samping, seperti sulit melirik wanita/pria lain, begitu juga dengan shutter speed. Semakin cepat shutter speed, maka akan gambar akan semakin terlihat diam (freeze). Dan sebaliknya, apabila speed terlalu lamban gambar akan terlihat blur dikarenakan gerakan yang terlalu cepat, sehingga objek terlihat bergerak sangat cepat.

ISO atau ASA
Adalah tingkat sensitifitas medium dalam menerima cahaya. Semakin tinggi nilainya, maka akan semakin tingkat sensitifitasnya. Artinya, apabila kita merubah nilai ISO atau ASA ini menjadi lebih tinggi, sedangkan aperture dan speednya tidak diubah, maka medium akan menerima cahaya lebih banyak. Dan sebaliknya.

Efek Samping ISO atau ASA
ISO adalah tingkat sensitifitas sensor (medium), sedangkan ASA adalah tingkat sensitifitas film (medium), jadi perbedaannya hanya dimediumnya saja. Tapi logikanya sama. Kecuali efek sampingnya. Dimana apabila menggunakan film ASA tinggi, maka gambar akan terlihat grainy (berbentuk titik kecil namun banyak). Sedangkan penggunaan ISO tinggi akan menghasilkan noise (seperti bentuk cacing namun banyak). Sedikit aja udah geli apalagi banyak =)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!